Sabtu, 22 September 2018

Sama Saja

Untuk: Banyolan di dalam pikiran yang sebenarnya kosong.
Dari: Diri yang masih tak percaya.

Hahaha.

Bagai orang gila,
Benar-benar hilang kendali.

Terulang,

Kisah bodoh.
Kisah cinta.
Masalah hati.
Masalah perasaan.

Bodoh.

Bodoh.

Bodoh.

Salah satunya hilang.
Mundur dengan beribu alasan.

Salah satunya tersenyum lebar.
Namun kosong... Hatinya kosong.

Akankah...

Akankah...

Akankah...

Ah, sudahlah.

Yang kosong memang harus pergi juga,
Dari tempat mereka membangun;
Sebuah rumah asmara,
Yang kini tak ada atapnya.

Hahaha.

Jangan dekati aku,
Aku ini binatang jalang.

Cileungsi, 23 September 2018.

Senin, 17 September 2018

Kota Tujuan Mereka

'Nih, rokok dulu bang.' Ucap seorang pria gondrong diikat pony tail, mengajukan sebuah bungkus rokok sehabis ia membakar sebatang rokok. Mukanya terlihat lebih tua daripada gue. Namun ntah mengapa, ia memanggil gue dengan panggilan "bang".

'Ah, iya selaw, bang.' Ucap gue membalikkan panggilannya. Gue memang bukan perokok. Dan gue di area merokok pun hanya sebatas untuk mencari angin dan mencari sinyal.

Laki-laki ini menaruh bungkus rokoknya di tengah-tengah kami duduk. Kami terpisah tak cukup jauh. Hanya sebatas satu tempat duduk di tempat duduk panjang di salah satu stasiun di Jawa Tengah. 'Dari mana bang?' Tanyanya yang gue tau merupakan obrolan basa-basi.

'Jalan-jalan bang.' Ucap gue berusaha menutupi cerita asli yang baru saja gue lakukan. Sebenarnya gue tak dari mana-mana. Gue tiba di kota ini pun bisa dibilang belum satu hari. Bahkan belum 12 jam. Bahkan belum genap 10 jam.

'Sendirian bang?,' tanyanya lagi, namun kali ini berhasil membuat gue terdiam. Sejujurnya, ya, memang sendiri. Gue pun di sini sebenarnya bukan untuk jalan-jalan. Cuma untuk menyendiri.

Menghibur diri.

Bukan untuk mencari inspirasi. Hanya untuk menyibukkan diri. Menghibur diri. Menyejukkan diri.

'Iya bang.'

'Abis nongkrong di alun-alun bang?' Kini gue kembali diam. Bagaimana bisa dia tau apa yang gue lakukan?

'Iya bang.' Gue pasang muka keheranan. Lalu ia menghembuskan asap rokok tebal sambil mengangguk-angguk.

'Lagi galau lu ya bang?,' pertanyaannya makin membuat gue terdiam. Bagaimana bisa... dia tau? 'Hahaha, gue juga sama kayak lu bang. Gue dari SMP suka pergi dari rumah buat nongkrong di sekitar sini. Pergi hari ini, pulang besoknya, kan?,' gue mengangguk perlahan. 'Hahaha. Cuma sekarang gue kuliah di sini bang. Lagi ambil skripsi makanya gue nyantai mau balik ke jakarta.,' jelasnya yang masih membuat gue bingung. 'Gue banyak nemu orang kayak lu kok. Gue ga heran. Diem doang di smoking area. Ga ngerokok atau pun ngerokok. Kantong mataan. Lu jelas lagi punya masalah.,' ia kembali mengepulkan asap rokoknya. 'Dan memang banyak orang ke sini buat nikmatin malem doang. Terus menjelang pagi, mereka pulang. Ke jakarta.,'

Benar.

Dia benar semua.

Kenapa bisa?

Gue engga tau.

Kenapa bisa......

Aneh.

Tapi yang jelas... semua kebenaran yang ia ucapkan ada salahnya sedikit--untuk gue. Karena... gue ke sini untuk menikmati perjalanan. Perjalanan yang selalu bisa mengajarkan gue arti perjalanan.

Dalam perjalanan ini, gue banyak bertemu dengan apa pun--asing bagi gue. Semua terlihat baru. Namun, mereka tak baru. Mereka lama. Mereka hanya baru bertemu dengan gue.

Seperti contohnya gue melihat indahnya gunung yang berkabut. Terlihat, kabut menyelimuti bagian atas gunung. Namun tidak mencapai puncak. Terlihat sangat indah. Dan gue baru melihat ini pertama kalinya. Sangat baru. Sangat menyenangkan. Tapi kereta membawa gue terlalu cepat. Gue tak bisa berlama-lama menikmati keindahan yang baru gue liat. Gue engga bisa pula memaksakan masinis untuk berenti agar gue bisa menikmati pemandangan ini. Sangat tak mungkin. Namun nyata.

Yang gue hanya bisa lakukan hanya melakukan ucapan selamat tinggal untuk keindahan ini. Dan... gue hanya bisa berdoa agar gue dapat sampai di tujuan gue, sehat dan selamat.

Sebatas itu yang ingin gue nikmati hingga datang ke kota ini. Tak lebih. Entah kenapa pula selalu kota ini. Ini bukan yang pertama kali. Namun selalu memberi arti.

'Lu ngerokok ga bang?,'

Kamis, 13 September 2018

Jangan Dekati Aku

Chairil Anwar bilang,

"Aku ini binatang jalang,
Dari kumpulannya terbuang."

Tidak.

Dia salah.

Aku lah binatang jalang itu.
Yang benar-benar dari kumpulannya,
Terbuang.

Aku lah binatang jalang itu.
Yang kini merobeknya hingga sekarat.

Aku lah binatang jalang itu.
Aku bisa berlari, bahkan sangat cepat,
Dengan luka pemberiannya.

Disambit, diludahi, dihina, dihardik, ditusuk.
Aku tak perduli.

Karena, aku hanya binatang,
Jalang,
Si penyimpan perasaan.

Saat pandangannya berubah.

Turutilah apa hatimu.
Seperti ia melihatku sebagai binatang jalang empunya penyakit jiwa.

Jangan dekati aku.

Aku si psikopat.



Manggarai, 13 September 2018.

Sabtu, 08 September 2018

Akhirnya Nulis Lagi...

Selamat malam.

Salam sejahtera untuk kita semua. Wkwkwk.

Ah.. akhirnya nulis lagi.

Setelah sekian lama........ lama sekali......... sampe lupa, kapan terakhir kali nulis-nulis di blog itu kapan.

Oya, gue mau mengucapkan selamat datang di Blog Baru gue, Yunus Falah a.k.a Seekor Yunus.

Mungkin buat dulu pembaca blog lama gue, seekoryunus.com, udah gabakal asing gue itu siapa. Wkwkwk. Gue adalah seorang manusia engga jelas yang sering cuap-cuap gajelas dimana pun. Apa aja bisa gue tulis, sampe akhirnya gue sempet nulis novel. Beberapa sempet jadi, tapi engga gue publish. Cuma buat kepuasan pribadi aja hehehe. Beberapa juga ada juga yang buntu gitu aja.

Sedikit cerita, blog lama gue engga bisa kebuka karena gue belum bayar domain. Sampe sekarang wkwkwkwk.

Gue juga udah jarang banget upload sana sini di blog itu. Terakhir post mungkin tahun 2016. Ya itu juga post tahun baru, ngucapin happy new year gajelas wkwkwk.

Sekarang kita semua bisa bilang selamat tinggal blog lama gue. Wkwkwk. Karena gue udah punya blog baru.

Alasan gue punya blog baru, mungkin karena dulu konten-konten di sana masih banyak saranya. Full komedi. Dan emang masih terlalu kanak-kanak tulisan gue.

Maka dari itu, gue memutuskan untuk membuat blog baru.

Tulisan di blog baru gue mungkin bakal lebih dewasa sedikit. Dan gue akan memberi bobot sedikit pada tiaptiap post gue. Dengan tak melupakan unsur komedinya (komedi garing) wkwkwkwk.

Jadi, gue sekali lagi mengucapkan selamat datang di blog baru gue.

Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Wkwkwkwkwk.

Mungkin bakal timbul banyak pertanyaan, seperti;

Kenapa elu masih peduli sama blog? Kan udah ada yang lebih praktis, kaya v-log?

Karena menulis adalah hobby gue. Dan gue menulis untuk kesenangan gue. Pandangan gue untuk vlog ya sebenernya sih baik-baik aja. Gue juga engga menjelekjelekan vlog. Karena gue juga suka nontonin vlog-vlog orang. Mulai dari yang engga jelas isinya ampe yang berbobot. Cuma gue lebih senang untuk menulis. Maka itu gue memilih buat nulis dibanding bikin video.

Kenapa nulis lagi?

Nulis buat gue adalah mencurahkan isi pikiran gue. Dan saat ini memang lagi banyak pikiran yang engga tau gue mesti salurin kemana. Mungkin blog gue bakal lebih cocok untuk gue menyalurkan pikiran gue. Hahahaha. Simple. Dan sangat memuaskan diri gue.

Dan mungkin bakal banyak banget pertanyaan-pertanyaan yang lain. Tetapi ga gue sebut. Yang jelas emang gue lagi pengen nulis. Karena mungkin kepala gue lagi penuh inspirasi hahahaha.

Jadi sampai jumpa di postingan gue selanjutnya. 😀