Rabu, 16 Oktober 2019

Hello, I am Homesick

Hello,

Selamat pagi.

Aku rindu.

---

Sudah lama rasanya aku mengagumi.

Tiga tahun, ya?

Ah, enam tahun?

Ah, sepuluh?

Ah... sudahlah. Tak ada yang perduli.

Tapi...

Kamu harus tau. Perduliku, hanya untukmu.

Bukan. Bukan. Ini bukan bualan.

Ini hanya tulisan.

Bukan sajak. Bukan puisi.

Ini hanya curahan.

Aku bukan sastrawan, sayang.

Mantanku bilang aku psikopat.

Maaf. Aku yakin kamu tahu aku, aku bukanlah psikopat.

Aku hanya seorang pria.

Yang... hahaha...

Sedang...

Hahahahaha...

Merindu.

Alaah.... alaahhhh.....

Curahan macam apa ini.

Maaf sekali lagi. Aku bukan sastrawan.

Oya, ngomong-ngomong...

Kamu tau mimpi?

Iya... mimpi.

Kamu bisa-bisanya datang ke mimpiku, kemarin.

Entahlah..

Hebat sekali kamu.

Membuat diri ini makin merindu.

Dari awal mimpi sampai aku terbangun, kamu menemaniku.

Aku tidak bermimpi yang tidak-tidak.

Tapi mimpiku kemarin,

Membuatku bermimpi tuk memilikimu.

Hmmm... kurasa bukan memilikimu.

Aaahhhhh..... ini diaaaa...

Menghalalkanmu.

Semoga Tuhan meridoi kita.. untuk bersama, sampai jadi debu.

Aamiin.

Eh ya...

Terakhir ku lihat kamu.

Kamu lucu sekaliiii.

Sesuatu yang baru padamu nampak cocok dengan dirimu.

Ehhh yaaaa maaf. Jijik ya bacanya.

Hahahahaha.

Sudahlah.

Tak usah difikirkan.

Aku orangnya tahu diri.

Jikalau kamu risih. Aku pasti akan menjauh.

Entah untuk datang lagi, atau tak kembali.

Tapi sekarang...

Ku hanya bisa berdoa.

Untuk apa?

Untuk kamu bisa bersanding denganku.

Menjabat tangan ayahmu.

Mengucapkan kata-kata yang mungkin akan membuatku gemetar.

Membuatmu selalu tersenyum.

Dengan jokes-jokes garingku.

Hehehe.

Aku rindu.

Minggu, 08 September 2019

A Dying Ship

Day by day, i sail the sea.
Everyday, my day always be blue.
But, i always be happy.
'Cause i know you're always be with me.

For the truth, i know this is wrong.
'Cause i dunno what i wanna be.
But, i know it will be alright.
'Cause i know you always be with me.

Night by night, i dream of you.
You're always be great mom for my kids.
But, i dunno how can i make it real.
'Cause i know it's just my wild dream.

I know the sea is blue.
But, it's dark here.... and cold.
Too long... I forget the ground.

For the truth, i'm not a sailor man.
But i'm just a man. And i love you.

Day by day, this man sails the sea.
Everyday, this man sails you.

Selasa, 27 Agustus 2019

Banyak

Manusia.

Makhluk sosial. Selalu butuh seseorang untuk terus bertahan hidup. Banyak nilai nilai kehidupan yang ada dalam kehidupan manusia. Baik buruk. Semua ada. Tergantung kita sendirilah yang menentukan jalan untuk sebagai mana mestinya kita hidup.

Sifat yang selalu ada di setiap diri manusia adalah... tak pernah merasa puas. Ini yang membuat manusia bisa merasa selalu miskin. Tak punya apa apa. Meski kita dituntut untuk bersyukur untuk menghilangkan sifat itu untuk urusan duniawi. Pastinya, kita pun akan mengarahkan diri kita untuk menggunakan sifat tersebut untuk urusan akhirat. Mungkin yang bukan islam tidak. Saya tak tahu menahu betul tentang hal tersebut. Yang jelas, pasti... manusia tak pernah merasa puas.

Misal. Saya punya uang untuk ini. Cukup untuk beli motor. Namun tibatiba saya ingin beli dua motor, atau.. mobil. Ini permisalan yang sangat tidak jelas. Karena saya tak ingin membahas ini.

Saya ingin membahas keresahan yang ada di hati saya saja. Karena umur saya yang sudah segini, namun belum menemui kekasih hati.

Bukan. Saya tidak kebelet nikah. Saya hanya ingin menjaga seorang perempuan. Bukan jodoh orang lain seperti yang sudah sudah. Namun.. semoga saja jodoh saya sendiri.

Mungkin sudah lamaaaaa sekali saya memendam rasa. Namun... bung, siapa yang betah memendam rasa seperti ini. Siapa?

Tidak ada manusia yang akan kuat. Dia akan mencari yang lain mungkin. Saya juga sempat mencari yang lain.

Tapi semuanya kembali ke dirinya.

Tak tahu kenapa.

Oya, apakah di sini ada yang pernah pertama kali ketemu perempuan, dan hati anda berucap "itu jodohku".

Hahahahahahahahahaha. Entahlah bagaimana cara mendekatinya.

Sulit. Sulit. Sulit.

Ketika tahu dia sedang dekat dengan seorang pria pun rasanya menyesakkan dada. Apalagi kalo ia berpacaran? Jodohku dijaga orang lain? Hahahaha.

Sidang untuk skripsi saya sudah selesai beberapa minggu yang lalu. Tanpa ada seorang wanita spesial yang datang. Ya. Tak apalah. Tapi salahkah saya jika berharap ia datang pada wisuda saya?

Hehehehe.

Dasar aku

- aku, pemendam perasaan untuk kamu.

Senin, 28 Januari 2019

Seusai

Seusai..

Seuasi..

Seuais..

Permainan huruf.

Nampak bodoh jika terdengar orang.

Orang yang tak sehat, kan berdiri, menggelegar.

Melemparkan semua ucapan tingginya yang kosong.

Tanpa maksud.

Namun...
Apakah salah jika saya gila karena sebuah permainan yang telah usai?

Haha.

Tertawalah. Tak usah berkata.

Saya kalah berjudi.


Cileungsi, 28 Januari 2019.