Hello,
Selamat pagi.
Aku rindu.
---
Sudah lama rasanya aku mengagumi.
Tiga tahun, ya?
Ah, enam tahun?
Ah, sepuluh?
Ah... sudahlah. Tak ada yang perduli.
Tapi...
Kamu harus tau. Perduliku, hanya untukmu.
Bukan. Bukan. Ini bukan bualan.
Ini hanya tulisan.
Bukan sajak. Bukan puisi.
Ini hanya curahan.
Aku bukan sastrawan, sayang.
Mantanku bilang aku psikopat.
Maaf. Aku yakin kamu tahu aku, aku bukanlah psikopat.
Aku hanya seorang pria.
Yang... hahaha...
Sedang...
Hahahahaha...
Merindu.
Alaah.... alaahhhh.....
Curahan macam apa ini.
Maaf sekali lagi. Aku bukan sastrawan.
Oya, ngomong-ngomong...
Kamu tau mimpi?
Iya... mimpi.
Kamu bisa-bisanya datang ke mimpiku, kemarin.
Entahlah..
Hebat sekali kamu.
Membuat diri ini makin merindu.
Dari awal mimpi sampai aku terbangun, kamu menemaniku.
Aku tidak bermimpi yang tidak-tidak.
Tapi mimpiku kemarin,
Membuatku bermimpi tuk memilikimu.
Hmmm... kurasa bukan memilikimu.
Aaahhhhh..... ini diaaaa...
Menghalalkanmu.
Semoga Tuhan meridoi kita.. untuk bersama, sampai jadi debu.
Aamiin.
Eh ya...
Terakhir ku lihat kamu.
Kamu lucu sekaliiii.
Sesuatu yang baru padamu nampak cocok dengan dirimu.
Ehhh yaaaa maaf. Jijik ya bacanya.
Hahahahaha.
Sudahlah.
Tak usah difikirkan.
Aku orangnya tahu diri.
Jikalau kamu risih. Aku pasti akan menjauh.
Entah untuk datang lagi, atau tak kembali.
Tapi sekarang...
Ku hanya bisa berdoa.
Untuk apa?
Untuk kamu bisa bersanding denganku.
Menjabat tangan ayahmu.
Mengucapkan kata-kata yang mungkin akan membuatku gemetar.
Membuatmu selalu tersenyum.
Dengan jokes-jokes garingku.
Hehehe.
Aku rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar