Sabtu, 08 Agustus 2020

Lactic Fully Wash

(Konten masih dalam masa editing.

Silahkan kulik sendiri dulu kopinya. Hehehehe. :p)

Belakangan dunia kopi berkembang sangat cepat di tanah kita. Filosopi Kopi adalah suatu nama yang sangat fenomenal untuk siapa pun yang telah berkecimpung di dalam dunia kopi tanah air. Karena nama tersebut telah berjasa banyak terhadap dunia kopi tanah air.

Semenjak film Filosopi Kopi keluar, sangat banyak kedai kopi yang bermunculan. Seakan-akan berlomba untuk memperoleh kecuanan dengan memanfaatkan kopi sebagai senjata utamanya. Konsep demi konsep, bahkan sampai menu demi menu dikeluarkan sebagai daya tarik untuk kecuanan.

Tak hanya itu, dunia kopi berkembang tak hanya di tanah air. Namun, di luar negeri pun sangat terlihat perkembangannya. Mulai dari kedai sampai proses fermentasi pada kopi itu sendiri.

Bagi yang sudah mengenal kopi atau tiap hari meminum kopi, pasti sudah paham dengan kopi yang difermentasi dengan proses Natural, Honey atau Wash. Bagi yang belum paham, kalian mungkin bisa tahu sendiri apa itu proses Natural, Honey atau Wash. Karena telah banyak website yang telah memuat tentang proses kopi dan tidak mungkin tulisan ini juga menjelaskan semua proses kopi. Nanti kebanyakan tulisannya.

Hahaha.

Karena belajar kopi engga bisa dilakukan dengan waktu yang singkat. Harus ada waktu yang panjang agar dapat memahami betul tentang kopi.

Namun, gue akan sedikit menjelasan tentang proses kopi dari buah sampai ke sebuah minuman;

Kopi mengalami beberapa tahap agar menjadi kopi yang siap seduh dan kita minum setiap harinya. Tahap-tahap tersebut adalah:

Pertama adalah memanem si buah kopi yang tentunya dilakukan oleh petani maupun prosesor. Petani kopi akan memanen/memetik buah kopi yang matang (merah) agar kualitas rasa terjamin.

Kedua adalah tahap pengolahan kopi untuk menjadi green bean yang biasa disebut Proses dan fermentasi. Proses pengolahan ini ditujukan untuk mencari rasa yang tepat untuk si kopi ini sendiri. Proses ini pun ada beberapa jenis. Contohnya adalah natural, honey dan wash. Proses dan fermentasi ini dilakukan oleh seorang prosessor.

Ketiga adalah tahap sangrai kopi atau yang biasa disebut dengan Roasting. Roasting kopi ini dilakukan oleh seorang roaster. Roaster akan menyangrai green bean yang telah dihasilkan dari proses kopi. Hasil yang dihasilkan adalah kopi yang siap seduh oleh penyeduh.

Keempat adalah tahap penyeduhan yang dilakukan oleh seorang penyeduh. Baik itu penyeduh rumahan (home brewers) atau kedai kopi (barista) Dari seorang roaster, penyeduh akan mengoptimalkan rasa yang ada pada kopi dalam seduhannya.

Balik lagi pada proses kopi. Saat ini, telah banyak proses yang telah berkembang di dunia ini. Tak hanya tiga proses yang telah kita ketahui. Seperti halnya Lactic Process.

Lactic process ini adalah proses yang dilakukan dengan tujuan yang sama seperti proses lainnya. Dari sebuah buah kopi, proses ini dilakukan untuk menghasilkan green bean. Namun proses ini unik karena dilakukan oleh bantuan mikroba asam lactic yang dilakukan pada fermentasi kopi. Gue mendapatkan informasi ini dari website pts coffee.(https://www.ptscoffee.com/blogs/news/experimental-coffee-processing-methods-explained)

Banyak orang yang telah menjual kopi dengan proses ini. Terus terang, gue pun tertarik dengan proses ini. Karena unik dan terdengar asing untuk gue.

Bulan kemarin, gue memulai suatu Project yang gue beri nama "Seekor Yunus Project". Project ini gue mulai untuk membangkitkan semangat seduh orang-orang yang ingin memahami kopi atau pun orang-orang yang telah berkecimpung di dunia kopi. Project berupa beans atau kopi dengan kemasan 200 gr yang siap seduh, yang menurut gue memiliki potensi rasa yang unik dan menarik. Project ini juga akan gue keluarkan setiap bulan sekali dengan stok terbatas. Dalam project ini, tiap bulannya akan keluar project yang di roasting dengan roaster berbeda. Hal ini tentunya juga untuk memperkenalkan roaster-roaster kepada penikmat atau penyeduh agar tetap bisa saling berbagi ilmu baik menyeduh atau meroasting kopi.

Dan kali ini, gue mengeluarkan project vol. 2 dengan kopi yang unik yaitu dengan Proses Lactic. Project kali ini diroasting oleh Kopi Gram. Kopi dalam project ini adalah kopi dari Java Frinsa Estate dengan Varietas Sigarar Utang.

Dalam vol. ini, gue juga akan mengeluarkan resep spesial untuk project ini. Resep spesialnya bisa diliat di bawah ini:

Resep Seduh Seekor Yunus Project Vol. 2 (Bakal Nanti di-update)

Resep 1:

Dripper: Hario V60 Plastik 01
Berat kopi: 15 gr
Grind size: Fine to Medium (lebih ke med)
Rasio air: 1:14
Temperatur: 91°C
Time brewing: 2:30 sampai 3:00
Langkah penyeduhan:

Blooming tuang 45 gr air, tunggu sampai 45 detik.
Pouring ke dua 55 gr air.
Pouring ke tiga 70 gr air.
Pouring terakhir 40 gr air.

Resep 2:

Dripper: Hario V60 Plastik 01
Berat kopi: 17 gr
Grind size: Fine to Medium (lebih ke fine)
Rasio air: 17 gr kopi untuk 230 ml air
Temperatur: 91°C
Time brewing: 2:30 sampai 3:00
Langkah penyeduhan:

Blooming 50 gr, ditunggu 45 detik.
Pouring ke dua 70 gr air.
Pouring terakhir 110 gr air.

Resep 3 dari mas Bimo (@bimo_cyril):

Dripper: Hario V60 Plastik 01
Berat kopi: 15 gr
Grind size: Fine to Medium (lebih ke fine)
Rasio air: 1:15
Temperatur: 91°C
Time brewing: 2:30 sampai 3:00
Langkah penyeduhan:

Blooming 40 gr, ditunggu 30 detik.
Pouring ke dua 30 gr air.
Pouring ketiga 60 gr air.
Pouring terakhir 95 gr air.

Resep ke 4 (dari mas @aldi_p.s a.ka Gembel)

Dripper Hario 02, Ceramic
Grind size medium to fine
Rasio: 17 gr kopi untuk 250 ml air
Suhu 91°C

Resep ke 5 (dari mas Yudi @yudiramdani17) barista @oppi.kopi:

Dripper Timemore Crystal Eye
Grind size med to coarse
Rasio: 15 gr kopi to 225 ml air
Suhu 92°C
Tiga kali pouring: 50, 150, 225

Pouring pertama 50 gr, lalu ditunggu 30 detik sambil ditambahkan agitasi berupa goyangan pada dripper dan adukkan dengan sendok serta doa dan kasih sayang.

Pouring kedua, bablaskan 200 ml air ke dripper. Lalu, tunggu sampai tiris.

Dat's a nice recipe from Gembel.

Soal taste note, gue gamau bicara banyak sih. Soalnya gue bukan Q Grader. Hahaha. Tetapi sewaktu di cupping, gue merasa manis dan asam dari apel, lalu manis anggur, sedikit rasa floral, dan aftertaste tea-like.

Ketika di cupping, gue merasa seperti fruity tipis gitu hehehe. Kalo pas diseduh, kalian deskripsiin sendiri deh hehehehe.

Oyaaa, Kalian yang telah menikmati vol. 2 ini juga bisa berbagi resep seduh kalian dengan men-dm gue di instagram @seekoryunus (jika kalian mempunyai resep seduh kalian masing-masing yang menurut kalian lebih nikmat dari resep gue. Hehehehe).

Oya, kalo ketemu gue, sharing-sharing aja gapapa. Gue bukan pendekar juga kok. Akan lebih seru kalo kita saling berbagi ilmu.

Sewaktu gue kuliah, dosen gue pernah bilang "Kalian tentunya lebih pintar dari pada saya, pada sesuatu yang kalian paham. Dan saya pula begitu. Sebuah pertemuan tak akan bermakna jika tidak berbagi ilmu. Berbagilah ilmu kepada sesama selagi kalian bisa."

Gue sangat mencantumkan kata-kata yang bagus itu sampai sekarang. Maka dari  itu, gue selalu mendengar perkataan orang lain.

Mungkin cukup sampai disini, selamat menikmati vol. 2 project gue. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar